Irma Susanto terpilih sebagai wisudawati terbaik Unika Widya Mandala Surabaya dengan perolehan Indeks Prestsai Kumulatif (IPK) 3,81. Membicarakan prestasi yang diraih alumnus SMAK St. Louis Surabaya ini tak lengkap jika tidak membicarakan karya ilmiahnya. Dalam skripsinya, Irma memilih judul “Pengeringan Buah Pepaya dengan hasil Pengeringan Sistem Fungsional”. Skripsi pepaya inilah yang mengantarkannya menjadi wisudawati terbaik.

Irma menjelaskan, manfaat paling penting dari pepaya bagi manusia tidak hanya bisa diperoleh dengan mengkonsumsi daging buahnya saja. “Pepaya mengandung serat yang sangat tinggi. Tergantung bagaimana orang memanfaatkannya”, kata gadis yang tinggal di Jl. Semolowaru Elok AE-4 Surabaya ini.

Lantas, bagaimana memanfaatkan pepaya dengan baik? Selain daging buah, Irma menawarkan solusi dengan membuat serbuk pepaya yang kaya serat dan sangat berguna bagi tubuh. “Untuk memperoleh serbuk itu tidak terlalu sulit. Bahkan orang awampun bisa membuat serbuk pepaya. Bahan yang digunakan juga tidak telalu sulit diperoleh. Kita tinggal mencari pepaya setengah matang dan putih telur sebagai bahan campuran”, ujarnya.

“Langkah selanjutnya, membuat busa pada permukaan telur. Setelah diaduk-aduk berkali-kali dan busa putih telur terlihat, pepaya kemudian dimasukkan dalam adonan busa telur sampai rata dan tercampur baik. Adonan yang sudah lunak dituangkan di atas loyang kemudian dipanaskan minimal 60 0C. Pemanasan dilakukan untuk mengurangi kandungan air. Jika berhasil, maka serat pepaya akan didapat. Ketika campuran antara pepaya dan putih telur tadi menguap dan berbentuk seperti serpihan kaca, maka papaya dapat diangkat. Serpihan yang telah mengering dapat dicampur dengan air untuk mendapatkan minuman serat berkhasiat tinggi”, ungkap mahasiswa Fakultas  Teknologi Pertanian angkatan 2004 ini.

“Pada saat pepaya sudah menjadi serbuk, kandungan airnya tersisa 2%. Itu berbeda jauh dengan saat pepaya masih dalam wujud aslinya yang mempunyai kandungan air 80-90 %. Untuk kesehatan, pastilah orang akan memilih serat pepaya daripada daging pepayanya.  Hal ini mengingat serat pepaya dapat menyembuhkan seseorang dari sembelit dan melancarkan pencernaan. Menariknya lagi, membuat serbuk kaya serat ini juga cukup murah karena harga pepaya relative murah. Ini berbeda ketika kita membeli serat buah-buahan yang sudah jadi di pasar swalayan yang harganya pasti lebih mahal” ujar gadis putri pasangan Seno Soetanto dan Haniningsih Surjoseputro ini.

“Makanya serbuk mujarab ini bisa dimanfaatkan warga Surabaya sebaik mungkin. Terutama daerah penghasil papaya”, ujarnya. “Kualitas pepaya di Kediri cukup baik. Saya juga bisa memilih pepaya terbaik, tertama pepaya setengah matang”, katanya. Karena itu Irma membutuhkan waktu delapan bulan untuk menyelesaikan skripsinya. Sebab harus bolak-balik Surabaya – Kediri tiga hari sekali. Gadis ramah ini, ke depan ingin mengembangkan produksi serat pepaya di Surabaya. Congratulation, Irma.



Forgot password?